Sabtu, 30 Agustus 2014

AWAS BAHAYA FACEBOOK.



Banyak orang mengaku addicted to Facebook. Tapi ternyata Facebook dapat mengundang bahaya.

Facebook adalah layanan jejaring sosial yang mengumpulkan orang banyak dalam satu wadah di Internet. Facebook mirip dengan Friendster, namun diakui memiliki banyak kelebihan. Pengguna Facebook mulai dari abg hingga orang tua yang berumur di atas 50 tahun.

Facebook diakui berguna untuk menemukan teman-teman yang tercecer. Banyak dari para pengguna Facebook yang akhirnya berhasil menemukan teman-teman di masa lalu. Hal ini menambah nilai tambah bagi Facebook.

Beberapa Facebooker mengaku hal pertama yang mereka periksa ketika online internet adalah membuka akun Facebook. Facebook juga telah berhasil memasuki peringkat ke tiga dunia sebagai situs yang banyak dikunjungi. Bahkan Facebook berhasil menggeser senior dunia jejaring sosial, yaitu Friendster.

Selain itu fungsi foto dan tagging ternyata disukai banyak orang. Kolom komentar yang disediakan serta notification yang ada membuat para facebooker mengetahui perkembangan dalam dunia per-facebook-an.


1. Terbuangnya waktu. Pengguna Facebook enggan terlepas dari komputer, laptop, handphone, dan gadget yang mampu mengakses Facebook. Banyak waktu terbuang di depan komputer. Aturlah waktu Anda. Jangan sampai sia-sia hanya di depan komputer.

Tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari teman, Facebook digunakan untuk beriklan serta berkampanye. Presiden Amerika Barrack Obama adalah Presiden pertama yang memanfaatkan Facebook untuk kampanye via internet, dan kini banyak capres-capres yang mengekor tindakan Obama tersebut.

Namun dibalik keunggulannya, ternyata Facebook memiliki dampak samping.


2. Hati-hatilah menaruh foto di Facebook. Yang namanya dunia internet, orang bisa melakukan bermacam-macam hal. Orang bisa meng-edit foto sedemikian rupa yang berbau negati dan menyebarkannya ke forum atau milis. Hal ini bisa merusak nama yang terlibat. Belum lagi foto dapat memicu keributan.

3. Hati-hatilah memasang status di Facebook. Ada tragedi yang menimpa seorang istri ketika mengganti statusnya menjadi single. Sang suami yang marah tanpa berpikir panjang langsung menghabisi sang istri. Dan hal ini telah terjadi 2 kali.


Pasanglah foto di Facebook dengan bijak, karena tidak hanya Anda dan teman Anda saja yang bisa melihat. Semua orang di dunia bisa melihatnya, kecuali Anda men-setting foto Anda menjadi private, sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat foto Anda.

4. Jangan menaruh sembarangan informasi pribadi. Banyak orang tidak menyadari bahaya menaruh informasi di internet. Dengan memberikan informasi tempat bekerja, nomer telepon, hingga alamat rumah, tentu dapat mengundang orang untuk berniat buruk. Bisa saja informasi tersebut dimanfaatkan untuk berbuat tidak baik. Jadi, taruhlah informasi yang umum. Jangan menaruh informasi pribadi di halaman Facebook Anda. Ingatlah bahwa tidak hanya teman Anda saja yang mengakses Facebook. Apabila Anda ingin informasi yang tertera aman dari orang-orang asing, aturlah agar hanya teman-teman Anda yang bisa mengakses Facebook Anda.

5. Diganggu orang tak dikenal. Banyak orang yang tidak berpikir panjang ketika menerima ajakan berteman dalam dunia jejaring sosial. Tanpa disadari, orang yang diterima menjadi teman bisa mengakses informasi yang tertera dalam halaman Facebook. Oleh karena itu jangan sungkan menolak ajakan teman dari orang yang tidak dikenal. Anda berhak menolak.

Walaupun hal ini terlihat sepele, namun mulai banyak kasus bermunculan karena Facebook. Bijaksanalah dalam menggunakan Facebook.


Penulis :Emelianus Wakei Mahasiswa UNSRAT Manado


Rabu, 30 Juli 2014

KETIKA PENGUASA MENANGIS, MEMBACA SURAT MAMA

Kerja seharian mengurus rakyat memang bikin lelah tubuh dan jiwa. Sore hari menjelang malam, saya menikmati waktu sengang bersama isteri tercinta. Para pengawal mengawasi anak-anak bermain. Saya dan istri menyaksikan kegembiraan anak-anak, sambil meneguk Juice Apel, iringan musik Country mengalun mendayu-dayu, mengingatkan saya pada masa muda dulu. Sebelum jadi penguasa negeri ini, kepala daerah


“Sayang, hari ini saya ingat mama saya di kampung. Saya sudah tidak pernah mendengar lagi kabar mereka sejak saya menjadi PNS hingga sekarang jadi kepala daerah. Saya sangat rindu saya punya mama, sampai kepala saya pening,”tuturku kepada sang belahan jiwa yang duduk manis dalam rangkulan, dengan singlet merah jambu menggoda dan kaca mata riben menghiasi wajahnya yang hitam manis itu.
Saya berusaha mengatasi rasa rindu kepada mama dengan membelai sang belahan jiwa di samping. Rasa rindu sedikit terobati, tapi tidak bisa menghapus rasa rindu akan mama yang jauh di kampung.
Mataku terus kemana-mana mencari mama, sambil membelai belahan jiwa yang manja-manja membangkitkan hasrat dan menjadi penawar jiwa yang lelah itu. Tiba-tiba seorang pengawal datang mendekat, penjaga pintu pagar utama itu pasti membawa sesuatu yang penting, sehingga berani-beraninya mengganggu waktu syahdu kami.
“Permisi bapa, ini ada surat dari kampung,”tutur sang pengawal dengan  sopan,  hormat ala  keraton Jawa.
“Ade…terima kasih e…,ko taru saja di meja sini,”tuturku sambil merasakan nikmatnya sentuhan-sentuhan halus dari tangan sang kekasih yang kini menjalari sekujur tubuh. Saya membawa surat sambil mengandeng mantan pacarku itu menuju kamar.
Entah kenapa, saya punya firasat buruk terhadap isi surat itu. Dugaan; surat itu berisi kisah sedih tentang mama di kampung. “Ah.. saya tidak mau lagi membuka lembaran kisah sedih. Saya tidak mau menambah kesedihanku,”gumamku. Sepuluh menit berlalu, surat itu hanya saya genggam saja, tetapi rinduku sama ibunda juga yang akhirnya membuat tanganku untuk membuka sampulnya dan mulai membacanya.
“Kepada Yang Terhormat anak kepala daerah,” mama menyapa dan memulai cerita hidupnya di kampung halaman. Saya membaca kalimat ke kalimat dan paragraf ke paragraf mengalirkan kisah mama ini.
Saya mengutip mama menulis : “Anak, ibu beserta adik-adik-mu hidup di rumah kini tidak seperti dulu, selagi ayah masih ada. Kalau dulu, kita bisa makan sehari tiga kali dengan asupan gizi yang cukup. Kini situasi berubah, makanan kami seadanya, sehari dua kali atau sekali saja tetapi mama bersyukur bersama adik-adikmu bisa makan daripada tidak sama sekali”.
Saya tertegun, berhenti membaca dan menatap surat itu lekat-lekat. Di sela-sela ingatan itu, jiwaku terbang membayangkan nasib mama. “Mengapa keluargaku mengalami nasib sial itu?Apa yang salah dengan mereka?” Saya membiarkan diriku menyoal dan melanjutkan kisah mama:
“Sayang…. mama harus mencari nafkah, sejak bapamu menghembuskan nafas karena tubuhnya tertembus timah panas dalam upacara peringatan hari hak-hak masyarakat pribumi di lapangan depan sekolahmua, beberapa tahun lalu. Apakah kamu masih ingat kisah itu?”tanya Mama.
Hatiku luluh, membisiki jiwaku untuk memberontak, ingin berteriak histeris mengungkapkan kebencian dan kesedihan di ruang itu, namun kesadaran dan imajinasiku membisik jiwa yang memberontak mengendalikan emosi untuk tidak bertindak kejam dan menangisi ayahku yang telah lama tidur karena peluru serdadu, 9 Agustus 2008 lalu.
“Saya tidak perlu menangisi ayahku tetapi menangisi dan mendoakan mereka yang kejam terhadap ayah serta mendoakan ayahku agar memperoleh pengampunan, perdamaian, keselamatan, ketenangan Jiwa dan menikmati kebahagian abadi bersama Tuhan dan dari sanalah ayah mendoakan mereka yang telah jahat kepada dirinya, yang tidak berdosa itu,”gumamku.
Saya masih mendengar mama berkisah hidup. “Sayang kami makan seadanya, itupun hasil kebun bapamu sebelum tima panas menembus tubuh, menghabisi jiwanya, dan mengambil dari hutan yang belum rusak akibat hutan yang dibabat, tambang dan kebun kelapa sawit” tulis mama.
Jiwaku kini basah oleh tangisan, hati luluh, tubuh gemetar. Getaran tubuh tidak ku tahan. Aku berusaha terus menghela nafas dan mengedalikan jiwa yang bergetar menyoal lagi nasib mama. “Setelah kebun itu dipanen habis, hutan dibabat habis, adik-adik dan mama makan apa? Bagaimana perjuangan mama untuk kebutuhan sekolah adik-adiku nanti?”
Saya berhenti merenung. Mama masih bertutur melalui surat. “Anakku…demi memenuhi kebutuhan sekolah, mama terpaksa harus menjadi ‘ayah’ sekaligus ibu bagi adik-adikmu. Mama membawa jualan di pasar mama-mama yang ada di kota Jayapura tetapi tidak mudah seorang mama Papua menjadi pedagang sayur. Mama harus berjuang mendapatkan tempat yang layak hingga berjuang merayu pembeli. Syukur, kalau ada yang mau beli. Kadang sulit karena pembeli lebih pilih ke swalayan yang tumbuh berjamur di kota ini…
Sementara, anakku sayang, perjuangan mendapatkan tempat jualan yang layak memang rasanya sulit. Mama berjuang sejak tahun 2007 sampai hari ini tahun 2014, mama masih jualan di bawah tenda dan meletakkan di atas tanah. Kalau hujan, tempat ini penuh dengan air dan kami libur jualan. Kalau itu yang terjadi, anak sudah tahu, mama tidak bisa memberi makan adik-adikmu, mama tidak bisa menyimpan uang sekolah untuk adik-adik. Sayang, itu sudah mungkin nasib mama yang malang ini.
Mama memang merasa sulit dan tidak berdaya menjalani pekerjaan jualan sayur tetapi mama bersyukur dengan bekerjaan seperti ini bisa mengumpulkan 50 ribu sehari. Penghasilan ini saja, mama bisa memenuhi kebutuhan makan bersama adik-adikmu sehari. Kalau tidak bagaimana dengan makan sehari ini, yang ada hanyalah pergumulan dan penderitaan dan akhirnya menunggu waktu ajal menjemput. Karena terus hidup seperti ini, mama jadi berpikir “Ah hidup ini tidak memihak, Allah jahat, pemerintah jahat, lebih baik mati bunuh diri saja, tetapi bagaimana nasib adik-adikmu nanti? Pergumulan mama dengan nasib adik-adikmu itu saja yang selalu menguatkan dan menabahkan mama menjalani hidup ini. Kalau jujur, mama bisa mengatakan menjalankan hidup ini dalam keterpaksaan saja”.
Saya masih mau mendengar mama berkisah tetapi mama mengahiri suratnya. “Anak, mama mau berbagi lebih banyak cerita lagi, tetapi kiranya cukup sekian dulu. Kalau terlalu banyak curhat, mama khawatir menganggu perjalananmu, selama menjadi pemimpin negeri ini. Sayang selamat memimpin negeri. Mama akan terus mendoakan anak dari balik gubuk derita ini tetapi anakku, mama hanya mau bertanya… Kenapa susah sekali anak menjawab kebutuhan kami, membangun pasar, mengungkap pembunuh bapamu yang sampai hari ini belum diadili ?
Apakah kami harus menanti sampai Tuhan datang menjawab harapan kami?”.

Senin, 20 Januari 2014

Hal Pemberian Kado Ulang Tahun Oleh St. Hieronimus Kepada Tuhan Yesus



Hal Pemberian Kado Ulang Tahun

Oleh St. Hieronimus Kepada Tuhan Yesus


       Di suatu kampung  yang didiami oleh  seorang pemuda yang bernama Hieronimus dan beberapa umat Kristiani, mereka hidup dengan suasana aman,damai dan sejahtera. Satu kali  si pemuda itu menghayati  dan merenungkan pemahaman akan Alkitab terhadap umatnya . Dalam penghayatan dan perenungannya si pemuda itu menilai bahwa umatnya kurang memahami akan Alkitabnya. Dengan berdasarkan alasan tersebut   Hieronimus  berkeinginan besar untuk  menerjemahkan Alkitab perjanjian lama yang sebelumnya di tulis dalam bahasa Ibrani kedalam bahasa Latin. Sehingga dengan tujuan seluruh umat Kristiani memahami akan Alkitabnya. Hasil penerjemahan dalam bahasa Latin dimanakan Vulgata yang artinya menggunakan bahasa kasar atau menggunakan bahasa sehari-hari. Hieronimus berhasil  menerjemahkan Alkitab perjanjian lama kedalam bahasa latin yang sebelumnya ditulis dalam bahasa Ibrani dengan jangka waktu yang cukup panjang kurang lebih 40 tahun.
        Setelah terselesainya penerjemahan itu, Hieronimus ingin memperkenalkan hasil penerjemahan itu. Suatu kali telah tiba hari raya natal dan beliau berpikir bahwa ini hari yang pas untuk  memperkenalkan sekaligus mempersembahkan hasil penerjemahannya sebagai kado natal di hari raya natal tahun itu. Sebelum hari raya natal tiba, dalam mimpinya Yesus menampakan diri kepada Hieronimus dan Yesus berkata  kepada beliau bahwa hai Hieronimus,  kado apa yang kamu persembahkan kepada Ku di hari ulang tahun Ku kali ini.
        Lalu Hieronimus menjawab, saya akan mempersembahkan Alkitab terjemahan ku yang memakan waktu yang cukup panjang kurang lebih 40 tahun ini tetapi Yesus menoloknya. Dengan mendengar penolokan itu, Hieronimus ingin mempermbahkan kado ulang tahun dengan kebaikan yang dia lakukan selama  hidupnya dilingkungan agama sebagai biarawan, tetapi itupun Yesus tetap menolak persembahan tersebut. Dengan mendengar penolokan itu Hieronimus terlihat sedih dan patah semangat karena dia berpikir bahwa sudah bertahun-tahun saya berusaha menerjemahkan Alkitab ini tetapi mengapa sampai Yesus tidak mau menerima persembahan ini? Dan juga dia bertanya dalam dalam hatinya bahwa saya ini sudah sekian  lama mengabdi sebagai biarawan  dikalangan agama. Tetapi mengapa sampai Yesus tidak melihat pengalaman semasa hidupku ini?
           Kemudian Hieronimus berpikir bahwa  tidak ada jalan lain selain  bertanya langsung kepada Yesus lalu dia langgsung bertanya kepada Yesus bahwa apa yang menjadi milikku dan yang saya lakukan semasa hidupku  saya sudah  persembahkan tetapi Engkau tidak mau menerimanya? Sekarang apa yang Yesus minta terhadap saya?  Lalu Yesus menjawab yang Saya minta hanya satu yaitu serakanlah seluruh dosa-dosamu kepada Ku sebagai kado ulang tahun dihari raya natal ini. Agar dengan penyerahan dosa-dosamu ini kamu dapat memulai hidup baru. Akhirnya Hieronimus pun menyerahkan segala dosa-dosanya kepada Tuhan Yesus dan memulai hidup baru dengan penuh suka cita. Dan pada akhirnya dia  mendapat nama Santo Hieronimus seperti yang kita kenal hingga saat ini. 


cerita ini saya dapat sumber dari Romo Alief selaku penasehat mahasiswa Katolik sekota Semarang pada hari minggu kemarin.
 

Minggu, 16 Desember 2012

NEGARA D A N AGAMA

                               I.PENDAHULUAN
        Seperti diketahui, dinamika hubungan agama dan negara telah menjadi faktor kunci dalam sejarah peradaban umat manusia. Di samping dapat melahirkan kemajuan besar, hubungan antara keduanya juga telah menimbulkan malapetaka besar. Tidak ada bedanya, baik ketika negara bertahta di atas agama (pra abad pertengahan), ketika negara di bawah agama (di abad pertengahan) atau ketika negara terpisah dari agama (pasca abad pertengahan, atau di abad modern sekarang ini). Pola hubungan ronde pertama dan kedua sudah lewat. Bahwa masih ada sisa sisa masa lalu, dalam urusan apa pun termasuk hubungan negara agama, bisa terjadi. Tapi, sekurang kurangnya secara teori, kini kita telah merasa cocok di ronde ketiga, ronde sekular, di mana agama dan negara harus terpisah, dengan wilayah jurisdiksinya masing masing. Agama untuk urusan pribadi, negara untuk urusan publik. Sejauh ini kita beranggapan hubungan sekularistik untuk agama negara merupakan opsi yang terbaik. Dalam pola hubungan ini, agama tidak lagi bisa memperalat negara untuk melakukan kedzaliman atas nama Tuhan; demikian pula negara tidak lagi bisa memperalat agama untuk kepentingan penguasa. Tapi apakah persoalan hubungan agama dan negara sesederhana itu? Bahwa pola hubungan sekularistik pada mulanya merupakan "wisdom" yang didapat oleh masyarakat Barat dari sejarah panjang hubungan raja dan gereja, kiranya jelas. Bagi umat beragama sendiri, Barat atau Timur sesungguhnya bukan merupakan kategori benar salah atau baik buruk. Barat bisa benar, Timur bisa salah; tapi juga bisa sebaliknya. "Kebaikan bukan soal Barat atau di Timur, melainkan soal ketakwaan" Tapi memang, sejak gagasan sekularisme ini didakwahkan ke Timur, umat Islam menjadi terbelah antara yang menerima dan yang menolak. Yang menolak umumnya karena kecurigaan terhadap apa saja yang datang dari Barat. Tanpa mencoba mengerti kesulitan masyarakat Barat sendiri selama beraba- abad dalam menata hubungan agama negara, mereka mencurigai sekularisme sebagai gagasan untuk memarjinalkan Islam dari kehidupan nyata. Sementara itu, kelompok yang menerima berargumen bahwa seperti umumnya agama, Islam pun terbatas jangkaunnya pada urusan pribadi. Jika ia ditarik ke ruang publik (negara) akan membawa petaka seperti yang pernah terjadi di Barat. Sekularisme adalah pilihan terbaik jika kita ingin membiarkan negara dan agama dalam kewajarannya. Biarlah mereka mengurus tugasnya masing-masing; agama di wilayah privat, negara untuk wilayah publik.
   II. HUBUNGAN ANTARA AGAMA DAN NEGARA
         Negara dan agama merupakan persoalan yang banyak menimbulkan perdebatan (discourse) yang terus berkelanjutan di kalangan para ahli. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pandangan dalam menerjemahkan agama sebagai bagian dari Negara atau Negara merupakan bagian dari dogma agama. Dalam memahami hubungan agama dan Negara ini, akan dijelaskan beberapa konsep hubungan agama dan Negara menurut beberapa aliran, antara lain paham teokrasi, paham sekuler dan paham komunis. Negara menyatu dengan agama, karena pemerintah menurut paham ini dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan. Segala tata kehidupan dalam masyarakat-bangsa, dan Negara dilakukan atas titah Tuhan.Norma hukum ditentukan atas kesepatakan manusia dan tidak berdasarkan agama atau firman-firman Tuhan, meskipun norma-norma tersebut bertentangan dengan norma-norma agama.Kehidupan manusia adalah dunia manusia itu sendiri yang kemudian menghasilkan masyarakat Negara. Sedangkan agama dipandang sebagai realisasi fantastis makhluk manusia, dan agama merupakan keluhan makhluk tertindas.
             1. Hubungan Agama dan Negara
         Menurut Paham Teokrasi Paham teokrasi adalah paham yang mengatakan bahwa pengaturan negara langsung dari Tuhan. Dalam perkembangan, paham teokrasi terbagi kedalam dua bagian, yakni paham teokrasi langsung dan paham teokrasi tidak langsung. Menurut paham teokrasi langsung, pemerintah diyakini sebagai otoritas Tuhan secara langsung pula. Adanya Negara didunia ini adalah atas kehendak Tuhan, dan oleh karena itu yang memerintah adalah Tuhan pula. Sementara menurut sistem pemerintahan teokrasi tidak langsung yang memerintah bukanlah Tuhan sendiri, melainkan yang memerintah adalah raja atau kepala yang memiliki otoritas atas nama Tuhan, kepala Negara atau raja diyakini memerintah atas kehendak Tuhan.
              2. Hubungan Agama dan Negara
         Menurut Paham Sekuler Paham sekuler adalah paham yang bersifat dunniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian). Selain paham teokrasi, terdapat pula paham sekuler dalam praktik pemerintahan dalam kaitan hubungan agama dan Negara. Paham sekuler memisahkan dan membedakan antara agama dan Negara. Dalam negera sekuler, tidak ada hubungan antar system kenegaraan dengan agama. Dalam paham ini, Negara adalah urusan hubungan manusia dengan manusia lain, atau urusan dunia. Sedangkan agama adalah hubungan manusia dengan Tuhan. Dua hal ini menurut paham sekuler tidak dapat disatukan. Dalam Negara sekuler, sistem dan norma hukum positif dipisahkan dengan nilai dan norma agama. Norma hukum ditentukan atas kesepakatan manusia dan tidak berdasarkan agama atau firman-firman Tuhan, meskipun mungkin norma-norma tersebut bertentangan dengan norma-norma agama. Sekalipun paham ini memisahkan antara agama dan Negara, akan tetapi pada lazimnya Negara sekuler membebaskan warga negaranya untuk memeluk agama apa saja yang mereka yakini dan Negara intervensif dalam urusan agama.
            3. Hubungan Agama dan Negara 
        Menurut Paham Komunisme Paham komunis adalah paham yang tidak mengakui bahwa adanya Tuhan (paham anti Tuhan). Paham komunisme memandang hakikat hubungan Negara dan agama berdasarkan pada filosofi materialisme – dialektis dan materialisme – historis. Paham ini menimbulkan paham atheis. Paham yang dipelopori oleh Karl Marx ini, memandang agama sebagai candu masyarakat. Menurutnya, manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Sementara agama, dalam menemukan dirinya sendiri. Kehidupan manusia adalah dunia manusia itu sendiri yang kemudian menghasilkan masyarakat Negara. Sedangkan agama dipandang sebagai realisasi fantastis makhluk manusia dan agama merupakan keluhan makhluk tertindas. Oleh karena itu, agama merupakan keluhan makhluk tertindas dalam Negara adalah materi, karena manusia sendiri pada hakekatnya adalah materi.
 A. Agama
 1. Pengertian agama a sederhana, pengertian agama dapat dilihat dari sudut kebahasaan (etimologi) dan sudut istilah (terminology).Pengertian agama dari segi bahasa dapat kita ikuti antara lain uraian yang diberikan harun nasutian. Menurutnya, dalam masyarakat Indonesia selain dari kata agama, dikenal pula kata din dari bahasa Arab dan kata religi dalam bahasa Eropa. Menurutnya, agama berasal dari kata Sanskrit. Menurut satu pendapat, demikian harun nasution mengatakan, kata itu tersusun dari dua kata, a = tidak dan gam = pergi, jadi agama artinya tidak pergi, tetap ditempat, diwarisi secara turun-temurun dari satu generasi kegenerasi lainnya selanjutnya ada lagi pendapat yang mengatakan bahwa agama berarti teks atau kitab suci, dan agama-agama memang mempunyai ktiab-kitab suci. Pengertian ini tampak menggambarkan salah satu fungsi agama sebagai turunan bagi kehidupan manusia. Selanjutnya din dalam bahasa Semit berarti undang-undang atau hukum. Dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan, dan kebiasaan. Pengertian ini juga sejalan dengan kandungan agama yang didalamnya terdapat peraturan-peraturan yang merupakan hukum yang harus dipatuhi penganut agama yang bersangkutan. Selanjutnya agama juga menjalankan ajaran-ajaran agama. Agama lebih lanjut membawa utang yang harus dibayar oleh para penganutnya. Paham kewajiban dan kepatuhan ini selanjutnya membaca kepada timbulnya paham balasan. Orang yang menjalankan kewajiban dan patuh kepada perintah agama akan mendapat yang baik dari Tuhan. Sedangkan orang yang tidak menjalankan kewajiban dan ingkar terhadap perintah Tuhan akan mendapat penjelasan yang menyedihkan. Adapun kata religi berasal dari bahasa Latin. Menurut satu pendapat, demikian Harun Nasution mengatakan, bahwa asal kata Negara yang mengandung arti mengumpulkan dan membaca. Pengertian kepada Tuhan yang terkumpul dalam kitab suci yang harus dibaca. Tetapi menurut pendapat lain, kata itu berasal dari kata religare yang berarti mengikat. Ajaran-ajaran agama memang mempunyai sifat mengikat bagi manusia. Dalam agama selanjutnya terdapat pula ikatan roh manusia dengan Tuhan, dan agama lebih lanjut lagi memang mengikat manusia dengan Tuhan. Dari beberapa definisi tersebut, akhirnya Harun Nasution menyimpulkan bahwa intisari yang terkandung dalam istilah-istilah di atas ialah ikatan. Agama memang mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan ini mempunyai pengaruh besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari. Ikatan itu berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia. Adapun pengertian agama dari segi istilah dapat dikemukakan sebagai berikut. Elizabet K. Nittingham dalam bukunya Agama dan masyarakat berpendapat bahwa agama adalah gejala yang begitu sering terdapat dimana-mana sehingga sedikit membantu usaha-usaha kita untuk membuat abstraksi ilmiah. Lebih lanjut Nottingham mengatakan bahwa agama berkaitan dengan usaha-usaha manusia untuk mengukur dalamnya makna dari keberadaannya sendiri dan keberadaan alam semesta. Agama telah menimbulkan khayalnya yang paling luas dan juga digunakan untuk membinasakan kekejaman orang yang luar biasa terhadap orang lain. Pengertian agama yang dikutip diatas sudah pasti tidak akan mendapatkan kesepatakan dan hal ini sudah dapat diduga sebelumnya karena sebagaimana dikatakan di atas, bahwa kita sulit sekali bahkan mustahil dapat dijumpai definisi agama yang dapat diterima semua pihak.
 B. Negara
 1. Pengertian Negara
Secara literal istilah Negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yakni state (bahasa Inggris), state (Bahasa Belanda dan Jerman) dan etat (Bahasa Prancis), kata staat, state, etat itu diambil dari kata bahasa Latin status atau statum, yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap. Secara terminologi Negara diartikan dengan organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai pemerintahan yang berdaulat.
 2. Tujuan Negara
       a. Memperluas kekuasaan
       b. Menyelenggarakan ketertiban hukum
       c. Mencapai kesejahteraan umum
Menurut plato, memajukan kesusilaan manusia, sebagai perseorangan (individu) dan sebagai makhluk sosial. Menurut Koger H. Soltau, Memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin.
 3. Unsur-unsur Negara
     - Rakyat (masyarakat/warga Negara)
Sangat penting dalam sebuah Negara, karena secara kongkret rakyatlah yang memiliki kepentingan agar Negara itu dapat berjalan dengan baik.
   - Wilayah
 Wilayah dalam sebuah Negara merupakan unsur yang harus ada, karena tidak mungkin ada Negara tanpa ada batas: teritorial yang jelas.
   - Pemerintah
Pemerintah adalah alat kelengkapan Negara yang bertugas memimpin organisasi Negara untuk mencapai tujuan Negara.
 4. Bentuk-bentuk Negara
- Negara kesatuan
 Bentuk suatu Negara yang merdeka dan berdaulat, dengan satu pemerintah pusat yang berkuasa dan mengatur seluruh daerah. Dalam pelaksanaannya, Negara kesatuan ini terbagi dalam 2 (dua) macam, yaitu:
 a. Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi, yakni sistem pemerintahan yang seluruh persoalan yang berkaitan dengan Negara langsung diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sementara daerah-daerah tinggal melaksanakannya.
 b. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi, yakni kepala daerah diberikan kesempatan dan kekuasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri atau dikenal dari otonomi daerah atau swatantra. - Negara serikat (Federasi)
 Kekuasaan asli dalam Negara federasi merupakan tugas Negara bagian karena ia berhubungan langsung dengan rakyatnya. Sementara Negara Federasi bertugas untuk menjalankan hubungan luar negeri, pertahanan Negara, keuangan, dan urusan pos.

 PENUTUP

      Kesimpulan Hubungan antara agama & Negara adalah tidak dapat dipisahkan. Negara menyatu dengan agama, karena pemerintah dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan. Segala tata kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan Negara dilakukan atas titah Tuhan. Norma hukum ditentukan atas kesepakatan manusia dan tidak berdasarkan agama atau firman-firman Tuhan, meskipun mungkin norma-norma tersebut bertentangan dengan norma-norma agama. Kehidupan manusia, dunia manusia itu sendiri yang kemudian menghasilkan masyarakat Negara. Sedangkan agama dipandang sebagai realisasi fantastis makhluk manusia, dan agama merupakan keluhan makhluk tertindas Agama, secara sederhana, pengertian agama dapat dilihat dari sudut kebahasaan (etimologi) dan sudut istilah (terminology) menurutnya dalam masyarakat indonesia selain dari kata agama, dikenal pula kata din dari bahasa Arab dan kata religi dalam bahasa Eropa. Menurutnya, agama berasal dari kata Sanskrit. Pengertian agama yang dikutip sudah pasti tidak akan mendapatkan kesepakatan dan hal ini sudah dapat diduga sebelumnya karena sebagaimana dikatakan, bahwa kita sulit sekali atau mustahil menjumpai definisi yang dapat diterima semua pihak Negara, secara literal istilah Negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yakni kata staat, state, etat itu diambil dari kata bahasa latin status atau statum, yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap. Secara terminology, Negara diartikan dengan organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup di dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat.

 DAFTAR PUSTAKA
 Azra, Azyumardi Prof Dr, 2003, Demokrasi Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, ICCE UIN Syarif Hidayatullah; Jakarta. Nata, H Abuddin Prof Dr, 1998, Metodologi Stusi Islam, PT. Raja Grafindo Persada; Jakarta. Soelaeman, M Munandar IR, 1987, Ilmu Sosial Dasar, PT. Eresco; Bandung. <

Senin, 03 Desember 2012

Mind Mapping


Make your own mind maps with Mindomo.

Kamis, 22 November 2012

INFORMASI KE DEPAN TENTANG GAME

Kompputer adalah salah satu perangkat yang sangat membantu dalam perkembangan game. Game merupakan suatu permainan yang dimainkan oleh seseorang atau lebih dengan tujuan menghilangkan rasa ngantuk, bosan, ataupun meramaikan keadaan baik dalam keadaan sepi,sedih, maupun dalam keadaan ramai. Saat ini berbagai game yang sedang beredar diwilayah negara kesatuan republik Indonesia bahkan luar negeri contohnya seperti PS (play station). Pemandangan saya terhadap perkembangan game saat ini yang sangat berkembang pesat adalah PS (play station). Mengapa saya mengatakan demikian, karena game PS sangat berpengaruh dikalangan anak-anak,remaja dan dewasa khususnya yang berjiwa olahragawan. Game PS ini juga sangat berpengaruh terhadap seorang atlet dalam mengembangkan skill, kecepatan,ataupun kelincahan dalam berolahraga baik dalam bidang olahraga sepak bala ataupun dalam bidang olahraga lainnya. Saya sangat bersyukur karena pada tahun ini pemerintah telah menyelenggarakan program game technology di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Dengan dibukanya progran ini ,saya berharap kepada teman-teman sekalian bahwa kita lebih belajar giat lagi agar di masa yang akan datang kita bisa menciptakan game yang lebih populer dari yang saat ini. Name emailku: niklauswakei@gmail.com Almt blogku :mapiacity.blogspot.com

Senin, 19 November 2012